SUKSESKAN SENSUS PENDUDUK 2010

SUKSESKAN SENSUS PENDUDUK 2010
SELAMAT BERTUGAS BUNG HITUNG

Kamis, 03 September 2009

Bentuk dan Arti Lambang Kabupaten Paser


Bentuk dan Isi Lambang

Lambang berbentuk Perisai bersudut lima, dengan lingkaran beruas empat melilit dipinggir sekeliling lambang terbagi menjadi empat bagian yaitu :
  1. Bintang bersudut lima dengan diatasnya terdapat pita yang berlipat lima bertuliskan Kabupaten Paser.
  2. Daun Rotan 27 helai dan setangkai padi 20 biji serta 12 buah kapas sehingga berjumlah 59 buah.
  3. Sebuah Anjat (butah) dengan silangan parang terhunus dan tombak sumpitan.
  4. Semboyan pada sehelai pita dengan tulisan “DAYA TAKA”.
Warna Lambang

Warna lambang terdiri dari : biru muda, kuning, hijau, coklat, putih dan hitam.

Arti Lambang

Lambang berbentuk perisai bersudut lima yang berarti, perisai pelindung dalam perjuangan untuk mencapai cita-cita, sedang empat ruas rotan yang melingkar melambangkan ikatan perjuangan. Bintang bersudut lima dengan warna kuning emas, dan diatasnya terdapat pita yang bertuliskan KABUPATEN PASER, diartikan :
  1. Bintang adalah Pancasila sebagai falsafah Negara Republik Indonesia.
  2. Tulisan KABUPATEN PASER pada pita yang berwarna kuning adalah daerah Kabupaten Paser.
  3. Daun Rotan menggambarkan salah satu hasil kekayaan daerah Kabupaten Paser.
    Setanggai Padi beserta sebuah kapas melambangkan gairah masyarakat daerah Kabupaten Paser akan kemakmuran dan kesejahteraan yang diusahakan untuk dicapai dengan daya dan kemampuan sendiri.
  4. Anjat (Butah) dengan silangan parang terhunus dan tombak sumpitan diartikan:
    Sebagai wadah bekal hidup dan budaya masyarakat Kabupaten Paser.
    Patriotik serta kesiap siagaan, mendasari jiwa daerah Kabupaten Paser dalam membina masyarakat yang adil dan makmur.
  5. pita warna putih yang bertuliskan DAYA TAKA adalah merupakan suatu tekad dari masyarakat daerah Kabupaten Paser akan terus berjuang dengan penuh semangat, ikhlas dan takwa untuk bekerja dengan kemampuan sendiri. Dari 27 helai daun rotan dan setangkai padi 20 biji dengan 12 buah kapas sehingga berjumlah 59 yang berarti terbentuknya daerah Kabupaten Paser menjadi Daerah Tingkat II berdasarkan UU No. 27 Tahun 1959. Dari 4 ruas rotan melilit dengan lima lipatan pita bertuliskan KABUPATEN PASER, dan 8 huruf tulisan DAYA TAKA sehingga berjumlah 17 yang berarti tanggal diproklamirkannya Kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Dari 8 huruf tulisan diatas pita putih yang berarti bulan diproklamirkannya Kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Dari 45 kali lilitan Rotan kesebelah kanan dan 45 lilitan kesebelah kiri yang berarti tahun diproklamirkannya Kemerdekaan Negara Republik Indonesia.

    Arti Warna
  • Warna biru muda berarti kesetiaan, ketekunan dan ketabahan.
  • Warna Kuning berarti kejayaan, kebesaran, kesejahteraan, kebijaksanaan dan kecerdasan.
  • Warna Hijau berarti kesuburan
  • Warna Coklat berarti kekompakan, kekuatan dan kemampuan.
  • Warna Putih berarti kemurnian, kebersihan, kesucian dan keikhlasan.
  • Warna Hitam berarti kesungguhan dan keampuhan.

Rabu, 02 September 2009

Pemetaan SP2010


Sensus Penduduk merupakan sumber data utama kependudukan yang mempunyai nilai strategis karena hasilnya akan dijadikan salah satu dasar perumusan perencanaan dan evaluasi semua bidang pembangunan.

Untuk keperluan petugas lapangan SP2010, dibutuhkan wilayah kerja statistik yang disebut Blok Sensus (BS). Dengan berbekal peta BS, seorang petugas lapangan diharapkan mengetahui secara pasti wilayah kerjanya. Kepastian mengenai wilayah kerja ini sangat strategis untuk menghindari kesalahan cakupan yang merupakan salah satu ukuran utama keberhasilan suatu sensus. Kesalahan cakupan yang dimaksud dapat berupa lewat cacah (omission) atau ganda cacah (double counting).

BS akan digunakan untuk membangun Kerangka Induk yang juga sangat strategis karena akan dijadikan sebagai dasar perancangan dan pengambilan sampel survei-survei BPS selama kurun waktu 2010-2020

Tujuan kegiatan Pemetaan 2010 adalah:

  1. Untuk membuat sketsa peta desa WA,
  2. Membentuk BS berdasarkan muatan SLS (jumlah kepala keluarga, bangunan sensus bukan tempat tinggal, dan bangunan sensus tempat tinggal kosong),
  3. Membuat sketsa peta BS.
  4. Untuk mendapatkan berbagai informasi yang berkaitan dengan BS dan SLS.
    •Muatan BS / SLS
    •Kriteria muatan BS yang dominan
    •Dll.